Selamat datang di review film kali ini!!!
Aku rasa film ini bisa mengobati rasa rindu dengan film-film Ro-com tahun 2020-an, yang ringan tapi tetap berkesan. Karena rasanya film-film Ro-com tuh bisa membuat kita ikut kegirangan walaupun kita hanya menontonnya. Contohnya, seperti film To All The Boys, the kissing booth dan yang lainnya. Setelah jadi seorang ibu, ternyata memang butuh juga refreshing tonton film Ro-com ini, jadilah aku menontonnya.
Judulnya adalah Voicemails to Isabelle
Aku kira film ini akan jadi film yang flop. Film yang akan garing dan akan berhenti nonton ditengah-tengag filmnya, ternyata lumayan seru juga. Entah kenapa karena tau pemainnya mature gini jadi berfikir kalau film ini akan jadi film yang ftv banget. Ternyata enggak juga ya, film ini cukup ringan untuk ditonton ibu-ibu anak satu ini hihihi seakan-akan mengenang masa-masa single.
Ada beberapa hal yang aku suka dari film ini, dari hal yang kecil sampai hal besar yang cukup penting dari film ini. Aku suka sosok Jill yang punya aura ceria, walaupun sebenarnya ada hal lain yang coba Jill sembunyikan. Premis Voicemails yang sebenarnya sudah ketebak tapi tetap bisa masuk logika gitu loh. Dan ada satu moment keseruan yang Jill lakukan yang menurutku untuk orang Indonesia atau untuk beberapa orang akan sangat melegakan untuk badan, jiwa, bahkan pikiran.
Seperti yang aku bilang sebelumnya, entah kenapa semakin kesini film-film tuh jadi gampang ditebak gitu alurnya. Seperti Ro-com yang mainstream yang tentu saja akan dipastikan happy ending setelah melewati putus asa dipertengahan film. Menurutku untuk karakter Jill sudah cukup kuat, sayangnya untuk Wes masih kurang kuat ya walaupun dia sekarang feature wajahnya jadi mature banget disini. Untuk chemistrynya juga masih belum ngena dibanding film-film Ro-com yang lainnya yang pernah aku tonton.
Aku sangat kagum dengan Isabelle dan hubungan diantara Isabelle dan Jill. Isabelle yang tetap berusaha ceria walau sulit, dan hubungannya dengan kakaknya yang awkwardnya cute, saling dukung dan saling berbagi cerita walaupun ditempat yang berbeda. Grief yang dirasakan Jill juga rasanya tidak terlalu sampai, mungkin karena Jill terlalu berusaha untuk menemukan seseorang yang cocok dengannya dan mengubur perasaan berdukanya.
Hal yang paling memorable, klise, dan mungkin hal yang menurutku paling miracle adalah ketika Jill berdoa menatap bridge, lalu nggak lama doa itu terkabul. Seakan mengingatkan aku bahwa doa-doa kita bisa saja dikabulkan, bisa yang serupa dengan yang kita doa kan, bisa juga sama tapi tidak serupa. Seperti ada sebuah kado pengganti dari kesedihan kita sebelumnya. Sebuah hal yang kita duga tapi tidak pernah kita sangka. Begitulah ya kira-kira.
Menurutku film ini cocok banget untuk mengisi waktu luang, yang enggak mau pikirannya banyak terbebani berat-berat, yang manis tapi tidak telalu berlebihan. Aku merekomendasikan film Ro-com yang satu ini, Voicemails to Isabelle untuk kamu. Kira-kira kalau aku kasih rating, film ini akan aku kasih 7/10 , coba masukan film ini ke dalam liat kamu dan kamu bisa kasih penilaian film ini dikomentar.
Selamat menonton, dan Terima kasih sudah berkunjung...
See You Next Post :)
0 Komentar