Salah Sangka Sama Film "People We Meet on Vacation"

   Aku kira film ini akan ngajak aku untuk keliling dunia, ternyata salah ya... 


Okay, kenalan dulu sama Poppy dan Alex. Cewe dan Cowo yang ketemu secara sengaja tapi enggak nyangka kalau bakal terjebak dengan conversation yang garing diawal, tapi disanalah semuanya berawal. 

Film ini enggak terlalu banyak gimmik. Alurnya santai seperti kehidupan seperti manusia biasa yang melewati waktu ke waktu, bedanya film ini dipercepat aja. 

Poppy ini penulis yang diizinkan tempat kerjanya untuk cari source kemana aja, ke negara apa aja, dan ini mimpinya Poppy untuk ketemu banyak hal diluar sana. Nah, Alex ini laki-laki berpendidikan yang kebalikkannya dari Poppy, laki-laki yang settle banget, yang merasa jalan-jalan itu bikin capek tapi entah kenapa ajakan Poppy selalu berhasil. Perbedaan Poppy dan Alex yang rasanya menyatukan mereka, bukan sebagai couple tapi sebagai sebuah pertemanan. 


Pernah dengar Plantonic Relationship? Ternyata film ini sebutin hubungan yang unik, Plantonic Relationship itu adalah jenis hubungan kedekatan emosional dan afeksi antara dua orang atau lebih yang tidak melibatkan unsur romantis maupun ketertarikan seksual. Sebelumnya aku pernah dengar macam-macam relationship, dan pas nonton ini rasanya seru banget seperti ada bukti nyata walaupun dalam bentuk film. 


Cycle kita dalam hidup memang rasanya naik turun, senaik turun itu masih tetap akan berjalan. Namanya relationship enggak ada yang berjalan mulus, begitu pun kisah Poppy dan Alex. Ada moment mereka bersama berbagi kisah masing-masing dengan kesibukkan mereka dan ada moment harus berpisah karena beda persepsi. Hingga ada moment kali itu bukan tentang kisah mereka masing-masing, tapi tentang kisah mereka "berdua". 


Film ini mengingatkan aku sama film Me Before You, atau bahkan Love, Rosie Tapi 2 film itu terlalu sedih. Film yang satu ini seakan membuka mata lebar-lebar, mengajak penontonnya juga untuk buka mata kalau apa yang sebenarnya dicari, yang dibutuhkan, yang penting sebenarnya ada disamping kita selama ini. Tapi, memang ada yang enggak sadar, pilih menolak, pilih tutup mata, atau  malah pilih yang lain. 


Alur yang smooth enggak memaksakan bikin film rasanya semulus jalan tol yang baru dibangun, setting tempat dan waktu yang cantik buat rasanya memang tutup mata untuk sesuatu yang selama ini ada di samping satu sama lain. Cerita-cerita seru memang jadi seru karena ada orang special itu diceritanya. Kisah Poppy dan Alex jadi seru karena ada mereka berdua sebagai pemeran utamanya bersama, bukan dengan yang lainnya. 


Aku suka dengan kebetulan-kebetulan yang seru. Poppy bertemu jenis bunga yang lain, Alex yang mengaktikan Alex versi liburan yang nggak garing. Ini jadi film yang luar biasa uniknya buat aku. Tapi, ada satu hal yang enggak begitu aku suka. Kenapa Alex harus pakai TWS yang Noise Cancellation kuat banget, argh.. Gereget banget. 


Seperti film ini memberikan bukti kalau ternyata pertemanan lawan jenis adalah mustahil. Sepertinya Plantonic Relationship yang disebutkan Poppy juga hanya asal ceplos aja, karena deep down benih cinta itu ada cuma kekubur aja dan lagi nggak subur dari siraman kesadaran dan kejujuran. Leganya, mereka mulai sadar dan mulai saling mengerti kalau pilihan seberat apa pun akan tetap diambil demi seseorang yang berarti dan mereka memilih satu sama lain

Mereka memilih liburan dan rumah. Liburan tapi tetap rasanya seperti di 'rumah'. Ngerti gak maksutku? Hihih


Tahun ini, mungkin aku akan masukan film ini jadi film romance favorit ku! Mungkin nanti aku akan buat postingan list film-film Romance favoriteku 😆

Aku kasih film ini rating 8/10 ❤


Kamu sudah pernah nonton filmnya? Kalau menurut kamu film ini gimana?

Kalau belum masukin film ini ke list tontonan kamu ya jangan lupa 😊


See You Next Post :) 

Posting Komentar

0 Komentar