#7DaysBeforeNewYear Day 6 - Naik step gak semudah yang dibayangkan!


Halooo!!! Selamat datang di tulisan di hari ke 6

 

Hi, selamat datang kembali! Terima kasih sudah mengikuti tulisan di tag #7DaysBeforeNewYear, gak kerasa sebentar lagi kita akan memasuki tahun yang baru. Aku sudah mulai deg-degan karena merasa akan memulai semuanya dari awal lagi, ya, walaupun tidak totally dari awal.

 

Aku dan pasti manusia lainnya sedang banyak berharap dan menyusun  rencana-rencana baik untuk ditahun selanjutnya, pasti akan banyak sekali harapan baik ditahun yang baru. Walaupun tidak akan banyak yang berubah karena hidup sebenarnya tetap berjalan sama seperti biasanya, namun setidaknya ditahun yang  baru kita memiliki semangat yang baru juga untuk menghadapinya. Tahun yang baru, umur yang baru juga.

 

Tahun ini memang gak sepenuhnya lancar, cobaannya tidak hanya pada pandemic yang masih berlangsung tapi juga masalah intern lainnya. Maybe I and them all it with Quarter Life crisis, that’s truly happen with me. Pandemic yang membatasi semua kegiatan, dan yang pasti pandemic tidak bisa menghentikan kehidupan semua orang yang terus berjalan. Banyak yang kecewa tapi tidak bisa menyalahkan siapa pun.

 

Hal yang cukup terasa bagi manusia diumur 20-25 adalah quarter life crisis. Banyak sekali perbincangan bahwa diumur sebelum pertengahan adalah umur dimana adanya peralihan dari remaja menuju dewasa, waktu dimana ada pergulatan batin dengan dunia nyata. Ada Sebagian yang masih struggle mencari apa yang ingin ditemukan, dan Sebagian ada yang sudah menemukannya. Sibuk menoleh ke kanan dan ke kiri, sibuk mencari kesalahan apa yang sebelumnya dilakukan hingga tidak mendapatkan apa yang di inginkan.

 

Ditahun ini juga terasa dengan adanya lagu berjudul “24” oleh Sundial. Lagu tersebut berhasil menggambarkan bagaimana membingungkannya di umur 24 tahun, namun tidak tau apa yang harus dilakukan. Aku tidak mengatakan kalau umur 24 palling sulit, tapi setidaknya hal itu yang dirasakan sebagai masa transisi yang tidak mudah. Berbicara tentang transisi manusia, aku jadi ingat dengan film berjudul Chemical Heart dimana di film tersebut dibahas tentang proses transisi remaja menuju dewasa. Transisi yang tidak selalu mudah, butuh banyak pengorbanan, dan mental yang kuat tentunya.

 

Ketika kamu berumur kepala 20 terutama di Indonesia, maka cobaan yang datang cukup berpengaruh pada bagimana kita menghadapi masalah diumur tersebut. Ada yang sudah dapat pekerjaan yang tetap, membeli motor atau mobil, menikah, punya anak, dan satu yang paling menyeramkan adalah kematian. Aku ingat, saat orang-orang disekelilingku sudah mendapatkan pekerjaan yang tetap. Tapi, aku rasa aku masih belum siap dan tidak tau kerjaan yang cocok denganku apa. Apa aku harus bekerja sesuai dengan keinginanku, atau harus bekerja untuk mendapatkan gaji bulanan.

 

Aku ingat, rasanya saat satu persatu orang disekelilingku sudah memilih untuk menikah. Aku merasa sangat tertinggal karena mimpi yang pernah aku pikirkan ternyata salah, dan aku juga merasa belum siap untuk hal itu. Apa aku sudah pantas untuk menikah? Apa aku sudah siap mengambil tanggung jawab yang lebih besar lagi? Apa pernikahan hanya untuk 2 orang saja? Apa pernikahan hanya sekedar cinta? That’s the hardest things, I need to find the reason why. Why I chosee someone dari pada laki-laki lainnya, kenapa sudah siap menikah, kenapa harus (waktu yang tidak aku ketahui), dan segala bentuk tanya kenapa.

 

Aku ingat, rasanya saat satu persatu orang disekelilingku sudah memiliki anak. Aku merasa aku juga ingin, tapi ada disatu sisi aku takut. Takut tidak bisa menjadi orang tua yang cukup baik untuk anakku nanti, takut tanggung jawab yang lebih lebih besar lagi. Aku dapat insight baru dari Kak Gita, kalau childfree di dunia yang semakin keras ini juga sesuatu hal yang baik. Karena merawat anak tidak seperti merawat hewan peliharaan, butuh dukungan emotional dan financial, dari kecil hingga akhir khayatnya.  Dunia ini punya banyak hal yang menakutkan.

 

Semakin umur bertambah, kita akan dipertemukan oleh hal-hal diluar dugaan kita. Semua hal yang baru memang agaknya membuat kita kewalahan, takut, dan merasa tidak siap. Kita tentu akan merasa takut dan tertinggal diwaktu yang bersamaan, kita tidak bisa memaksakan apa yang kita inginkan hanya karena kita menginginkannya. Apa kita sudah benar-benar siap atas segala kemungkinan lainnya, dan apakah kita sudah yakin bahwa kita punya alasan tersendiri atas apa yang kita ingin capai nantinya?

 

Quarter life crisis is real, guys. So, yakinkan diri kamu untuk hal yang kamu inginkan, yang akan kamu lakukan, dan yang akan kamu pertanggung jawabkan. Yakinkan juga dalam diri, kalau kamu bisa menghadapinya.



Sampai jumpa dipostingan terakhir di tahun 2021 ini!! 

Posting Komentar

0 Komentar