Selamat datang di review film kali ini!!
Akhirnya setelah penantian lama (nggak lama juga sih) ada film zombie-zombie lagi!!
Rasanya akhir-akhir ini Korea punya banyak ide film tentang zombie ya, bahkan rasanya kalah dengan Amerika. Setelah sukses dengan film-film zombie terdahulu, pasti banyak yang menunggu film-film survival dari zombie ini. Setelah zombie dari bahan rahasia, hasil dari eksperiment, dan yang lainnya, film yang aku mau bahas ini ternyata mencari celah apa lagi ya yang bisa membangkitkan rasa takut saat melihat zombie yang sudah umum kita tonton. Yuk, aku mau bahas menariknya film yang satu ini.
Film ini berjudul COLONY!!
Film ini menceritakan senjata bioteknologi yang disalah gunakan menyebabkan 1 gedung harus diisolasi. Berawal dari konferensi bioteknologi dimana banyak ilmuan datang, namun sayangnya dari sanalah 'zombie' mulai bermunculan. Satu orang terinfeksi lalu menyebarlah dengan sangat cepat, diperparah 'zombie' ini jauh lebih canggih karena bisa beradaptasi, berkomunikasi dan bisa berevolusi. Lalu, bagaimana wabah 'zombie' ini bisa berhenti kalau sudah secanggih itu?!
Premisnya sungguh buat bertanya-tanya bukan? justru itu adalah hal menariknya. Sebelumnya kita sudah pernah menonton film zombie-zombie terdahulu, contohnya Train to Busan dimana titik kelemahan zombienya adalah tidak bisa melihat saat gelap. Kalau zombie difilm ini? itu dia hal yang aku coba cari keunikkannya. Film ini memutar otak untuk memberikan sesuatu yang baru di dunia film per- zombie-an. Walaupun masih berasal dari rekayasa genetik atau apalah itu namanya, tapi masih cukup mengerikan apalagi virus yang satu ini zombienya bisa beradaptasi, berkomunikasi satu sama lain dan bisa berevolusi dengan sangat cepat. Zombienya terhubung satu sama lain.
Jun Ji-hyun (Gianna Jun) sebagai Kwon Se-jeong — ilmuwan/biotech scientist cantik, dingin namun tegas
Koo Kyo-hwan sebagai Seo Yeong-cheol — Si penyebar wabah
Ji Chang-wook — Satpam terganteng yang pernah ada
Shin Hyun-been — Ilmuan terbaik dan tercantik
Kim Shin-rok — kakak dari satpam yang sedang berkursi roda
Go Soo — Ilmuan, seorang mantan suami, Suami dan bapak yang baik
Aku suka film ini karena mencoba sesuatu yang baru tapi tidak terlalu dipaksakan, masih bisa dinikmati walaupun dengan kengerian yang masih bisa dirasakan. Film ini juga menunjukkan bagaimana posisi manusia yang bisa melakukan apa saja, bahkan pada orang terdekat sekali pun. Entah akan berbuat curang karena dicurangi, berbuat sebisa mungkin karena sudah diusahakan. Film ini banyak trik dan ide yang harus tetap diingat sampai akhir film karena beberapa kali akan di recall lagi ingatan itu.
Namun, ada beberapa hal yang buat aku kepikiran setelah menonton film ini!!
1. Pemeran utamanya emosinya rasanya kurang sampe, apa karena emang soulless kali ya setelah melewati banyak hal yang menyakitkan.
2. Virusnya keren banget, antivirus+virusnya bisa jadi ketuanya dengan sadar tanpa jadi zombie. WOW
3. Dinamika emosinya suka tiba-tiba gini dan tiba-tiba gitu, jadi berasa ngos-ngos-an. Flownya tidak terlalu mulus. Apa karena film ya jadi dipersingat gitu.
4. Emang ya, gak dimana-mana yang baik pasti mati duluan
5. Lingkaran setan yang paling tertanam dan emang senyeremin itu sih.
6. Terus beneran itu gak ada virus penerusnya lagi, soalnya ngeri juga kalau ada lagi!!
Cukup seru kok untuk ditonton walaupun enggak yang terlalu berbekas banget. Bisa jadi hiburan saat butuh film yang zombie-zombiean. Kalau kamu suka film zombie-zombie gitu, kamu bisa masukkan film ini kedalam list tontonan kamu.
Menurutku film ini aku akan kasih rating 7,5/10, kalau kamu sudah menonton film ini kamu akan kasih rating berapa? bisa komen dibawah ya...
See You Next Post :)

0 Komentar